Minggu, 06 Februari 2011

perjalanan manusia masih panjang

Menatap masa depan di dunia ternyata tidaklah sejauh memandang akhir dari kehidupan manusia nanti di akhirat, karena masih sangat jauh akhir dari perjalanan hidup manusia dari mulai diciptakan ruhnya. berdasarkan penjelasan ilmiah dari syari'at islam, menyebutkan bahwa alam kehidupan manusia ini terdiri dari 5 tempat, yang pertama adalah alam ruh dimana Allah Ta'ala telah menciptakan menusia berupa ruhnya, kemudian yang kedua adalah alam rahim, dimana Allah Ta'ala telah meniupkan ruh manusia yang diciptakan-Nya ke dalam rahim ibunya, lalu yang ketiga adalah alam dunia, dimana Allah Ta'ala menghendaki kelahiran manusia secara ruh dan tubuhnya lahir ke dunia dan berdasarkan kehendak Allah Ta'ala, terlahirlah manusia dengan beraneka ragam bentuk, ada yang berkulit putih, hitam, coklat, kuning, dsb. 

Kemudian setelah manusia terlahir ke dunia, maka Allah Ta'ala akan menempatkannya di alam yang keempat, yaitu alam kubur / barzakh. di alam inilah manusia akan merasakan kenikmatan atas amal kebaikannya di dunia atau justru kesengsaraan atas amal keburukannya di dunia, dan di alam kubur inilah akan dirasakan sebagian kenikmatan surga atau kesengsaraan neraka berdasarkan amal dia ketika hidup di dunia. setelah merasakan alam kubur yang cukup lama, maka bangkitlah manusia ke alam yang kelima yaitu alam akhirat dimana manusia akan menunggu pengadilan dari Allah Ta'ala atas seluruh amal perbuatannya di dunia dan juga menunggu keputusan dari Allah Ta'ala apakah manusia itu akan langsung masuk surga, atau langsung masuk neraka dengan kekal, atau disiksa terlebih dahulu di dalam neraka sebelum nanti Allah Ta'ala memasukannya ke dalam surga. 

Inilah rute perjalan manusia dari mulai penciptaannya sampai pada kehidupan abadinya, yaitu surga atau neraka. hidup ini merupakan sebuah pilihan, apakah manusia akan beramal kebaikan atau keburukan dalam hidupnya, namun nanti setelah ajal datang menjemput, maka ketetapan Allah-lah yang akan memutuskan akhir kehidupan abadi manusia. meskipun Allah Ta'ala telah menetapkan takdir hidup manusia sebelum Allah Ta'ala menciptakan langit dan bumi dan juga menciptakan manusia, namun manusia tidak boleh berpasrah diri akan takdir hidupnya, justru manusia harus memanfaatkan kesempatan hidupnya untuk merubah takdirnya menjadi lebih baik, dari yang bodoh menjadi pintar, dari yang fakir miskin menjadi berkecukupan, dsb. maka, jalanilah perjalanan panjang hidup ini dengan optimis dan istiqomah, karena dimana kaki melangkah pasti disitulah jalan terbentang,dan jalanilah hidup ini dibawah cahaya islam sebagai petunjuk jalan menuju surga. Wallahul Musta'an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar