Selasa, 08 Februari 2011

Membentuk Karakter Mandiri Melalui Perdagangan

Peradaban manusia ada dimuka bumi tidak terlepas dari peranan perdagangan yang terjalin oleh beberapa manusia, inilah salah satu pilar terkuat untuk meningkatkan kesejahteraan taraf hidup manusia, menjadi seorang yang mandiri melalui perdagangan. bumi beserta sumber daya alam yang terkandung didalamnya merupakan suatu anugrah dari Allah Ta'ala untuk memenuhi kebutuhan hidup makhluk ciptaan-Nya, khususnya manusia. dan Allah Ta'ala juga telah menciptakan manusia menjadi sebaik - baik makhluk ciptaannya dengan memberikan akal pikiran dan kekuatan fisiknya sebagai sumber daya utama manusia untuk mempertahankan hidupnya. maka dari itu, sumber daya alam yang ada di bumi ini beserta sumber daya manusia yang terdapat dalam diri manusia, merupakan suatu aset berharga yang dapat digunakan oleh setiap individu untuk meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik, mengubah takdir nasibnya dari yang bodoh menjadi pintar dan dari yang hidup dalam kekurangan menjadi hidup dalam kecukupan, serta tentu saja sumber daya tersebut dapat digunakan untuk menjalankan amal ibadah yang telah Allah Ta'ala tetapkan dari hakikat penciptaan manusia, yaitu manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala.

namun seiring dengan meningkatnya populasi manusia dan menyebarnya sejumlah pemahaman dan prinsip - prinsip dalam hidup yang bertentangan dengan syari'at Islam, membuat kemampuan manusia dalam mengolah sumber daya tersebut menjadi tidak optimal. justru banyaknya jumlah manusia yang ada dimuka bumi saat ini dianggap menjadi penyebab utama tingginya angka kemiskinan dan sulitnya mencapai tingkat hidup sejahtera.


pertanyaannya sekarang, apa yang menyebabkan hal itu terjadi ?
apakah banyaknya manusia menjadi sebab utama kemiskinan merajalela ?
apakah sumber daya yang telah Allah Ta'ala anugrahkan dimuka bumi ini sudah dianggap kurang, sehingga tidak dapat memenuhi taraf hidup sejahtera bagi banyak manusia ?
apakah bumi yang Allah Ta'ala ciptakan ini menjadi terasa sempit dan sesak karena banyaknya populasi manusia ?
atau justru manusia itu sendiri yang kurang memaksimalkan potensi yang mereka miliki sehingga kurang mendayagunakan sumber daya yang ada pada dirinya dan alam disekitarnya untuk meningkatkan taraf kehidupannya ??

inilah yang membuat saya berinisiatif untuk menulis tentang cara membentuk karakter mandiri pada diri setiap manusia melalui perdagangan sebagai salah satu solusi yang paling nyata dalam mewujudkan taraf hidup sejahtera bagi segenap manusia khususnya kaum muslimin di muka bumi ini.

untuk menguraikan materi tulisan saya ini, memang membutuhkan penjabaran yang cukup panjang dan bertahap sehingga tidak mencukupi untuk ditulis melalui media blog ini. saya hanya akan menguraikan materi pembahasan ini secara singkat, padat, dan ilmiah tentang beberapa hal penting yang bisa mewakili keseluruhan dari pembahasan ini. bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih rinci tentang pembahasan materi ini, bisa menunggu karya tulis dari saya yang akan saya karang dan saya susun secara ilmiah melalui berbagai refrensi berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini.

ide pokok yang akan saya sampaikan pada tulisan di blog ini adalah,

1. meciptakan kekuatan mental
2. mendayagunakan sumber daya yang ada
3. membangun jaringan dan relasi
4. membuat sistem dan prosedur dengan tepat
5. mengevaluasi setiap hasil secara berkala

Minggu, 06 Februari 2011

perjalanan manusia masih panjang

Menatap masa depan di dunia ternyata tidaklah sejauh memandang akhir dari kehidupan manusia nanti di akhirat, karena masih sangat jauh akhir dari perjalanan hidup manusia dari mulai diciptakan ruhnya. berdasarkan penjelasan ilmiah dari syari'at islam, menyebutkan bahwa alam kehidupan manusia ini terdiri dari 5 tempat, yang pertama adalah alam ruh dimana Allah Ta'ala telah menciptakan menusia berupa ruhnya, kemudian yang kedua adalah alam rahim, dimana Allah Ta'ala telah meniupkan ruh manusia yang diciptakan-Nya ke dalam rahim ibunya, lalu yang ketiga adalah alam dunia, dimana Allah Ta'ala menghendaki kelahiran manusia secara ruh dan tubuhnya lahir ke dunia dan berdasarkan kehendak Allah Ta'ala, terlahirlah manusia dengan beraneka ragam bentuk, ada yang berkulit putih, hitam, coklat, kuning, dsb. 

Kemudian setelah manusia terlahir ke dunia, maka Allah Ta'ala akan menempatkannya di alam yang keempat, yaitu alam kubur / barzakh. di alam inilah manusia akan merasakan kenikmatan atas amal kebaikannya di dunia atau justru kesengsaraan atas amal keburukannya di dunia, dan di alam kubur inilah akan dirasakan sebagian kenikmatan surga atau kesengsaraan neraka berdasarkan amal dia ketika hidup di dunia. setelah merasakan alam kubur yang cukup lama, maka bangkitlah manusia ke alam yang kelima yaitu alam akhirat dimana manusia akan menunggu pengadilan dari Allah Ta'ala atas seluruh amal perbuatannya di dunia dan juga menunggu keputusan dari Allah Ta'ala apakah manusia itu akan langsung masuk surga, atau langsung masuk neraka dengan kekal, atau disiksa terlebih dahulu di dalam neraka sebelum nanti Allah Ta'ala memasukannya ke dalam surga. 

Inilah rute perjalan manusia dari mulai penciptaannya sampai pada kehidupan abadinya, yaitu surga atau neraka. hidup ini merupakan sebuah pilihan, apakah manusia akan beramal kebaikan atau keburukan dalam hidupnya, namun nanti setelah ajal datang menjemput, maka ketetapan Allah-lah yang akan memutuskan akhir kehidupan abadi manusia. meskipun Allah Ta'ala telah menetapkan takdir hidup manusia sebelum Allah Ta'ala menciptakan langit dan bumi dan juga menciptakan manusia, namun manusia tidak boleh berpasrah diri akan takdir hidupnya, justru manusia harus memanfaatkan kesempatan hidupnya untuk merubah takdirnya menjadi lebih baik, dari yang bodoh menjadi pintar, dari yang fakir miskin menjadi berkecukupan, dsb. maka, jalanilah perjalanan panjang hidup ini dengan optimis dan istiqomah, karena dimana kaki melangkah pasti disitulah jalan terbentang,dan jalanilah hidup ini dibawah cahaya islam sebagai petunjuk jalan menuju surga. Wallahul Musta'an